Guruku bukan Pembantuku!!!
July 7th, 2008 by bintanglautsoloEntah sudah berapa kali aku menghirup udara dibumiku .Saat kusadar bahwa ternyata aku memerlukannya untuk menunjang hidupku selama ini.Seperti yang sudah sudah…akupun terkadang terlambat untuk menghitung kebaikan kebaikan yang telah aku terima disepanjang hidupku.Seakan kebaikan kebaikan itu memang sudah menjadi hakku dan kewajibannya untuk selalu melayaniku .Maka tak heran,apabila aku sering mengeluh saat aku merasakan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang aku ingini.Dan seketika itu pula aku langsung berontak, mendapati diriku yang merasa mulai tertindas.Maka aku selalu berharap,semoga kesadaranku senantiasa menyertaiku,agar aku menyadari bahwa sesungguhnya udara bukan pembantuku.
Seperti juga udara dibumiku,begitupun pula, guruku bukan pembantuku…itulah pikiran saat kesadaranku mulai pulih,saat kejujuran menghampiriku untuk mengatakan sesuatu yang benar dari nuraniku.Karena saat kesadaran serta kejujuran menjauhiku,aku sering merasakan bahwa itulah tugasnya melayani aku untuk dapat berdiri kokoh dibawah kesahajaannya.Dan saat kejujuran telah berhasil menjebak segala kesombonganku,maka keyakinanku untuk mencintai GURUku akan menjadi suatu yang abadi…
I HATE YOU BUT I LOVE YOU
July 3rd, 2008 by bintanglautsoloSeperti judul lagu yang pernah dibawakan oleh group band SLANK,demikian juga aku saat harus menjawab jujur tentang kesan kesanku dulu saat menjadi salah satu murid SMPPL Bintang Laut,jawaban yang aku anggap wajar dan aku yakin hampir semua murid akan menjawab"I Hate You My School".Bagaimana aku tidak membencinya karena aku merasa bahwa selama menjadi warga SMPPL BINTANG LAUT hampir setiap hari aku mendapatkan intimidasi intimidasi yang waktu itu aku rasakan sangat tidak nyaman dan bertolak belakang dengan gejolak jiwa mudaku sebagai ABG pada waktu itu.Bayangkan setiap hari aku disiksa dengan rutinitasku harus bangun pagi pagi sekali untuk secepatnya berangkat kesekolah,apabila tidak ingin terlambat sampai disekolah dan mendapatkan hukuman serta bermacam macam sanksi.Itu belum seberapa bila dibandingkan siksaan siksaan yang berupa tugas tugas yang diberikan oleh setiap guru yang mengajarku,dan apabila aku lalai maka hukuman sudah siap menantiku didepan mata.Benar benar siksaan yang aku rasa sangat tidak berperikemanusiaan dan cenderung diktator yang ditunjukkan guru guruku pada waktu itu.Maka Jangan heran apabila akupun akan menjawab"I’am Sorry…but I Very Very Hate You,My Teacher"saat aku ditanya kesanku terhadap guru guruku pada waktu itu.
Begitu pula setelah beberapa tahun kemudian,saat aku menginjak usia remaja,ketika ada seseorang bertanya tentang apa yang telah aku dapat selama aku sekolah diSMPku ini,maka aku saat itu akan menjawab "I don’t know".Karena pada saat itu,jujur aku benar benar tidak tahu,tentang apa yang sudah aku dapatkan saat itu dan manfaat apa yang sudah aku dapatkan dari aku bersekolah di SMPku ini.Ketidaktahuanku ini sangatlah wajar,karena saat itu aku masih hidup didunia khayalku yang serba indah dan serba mudah,tanpa ku harus mengingat ingat tentang manfaat dari intimidasi yang berkedok disiplin yang aku dapatkan selama itu.
Perasaan itu berjalan cukup lama,hampir beberapa puluh tahun kemudian saat tiba saatnya aku harus hidup didunia nyata,saat aku harus belajar mempertahankan hidupku didunia yang keras ,barulah tiba tiba aku teringat akan sekolahku dulu dan juga guru guru yang pernah mengajarku saat itu beserta dengan segala intimidasi intimidasi yang diterapkan mereka.Dan dengan segala intimidasi tersebutlah tanpa aku sadari telah membuaku menjadi sekarang ini.Dan dengan intimidasi itu pulalah telah membangun aku menjadi orang yang berkompetensi tinggi didalam menjalani hidup yang serba keras ini.
Maka kini hanya tinggallah penyesalan dan rasa bersalah yang selalu menggelayuti pikiranku,saat aku mengingat betapa jahatnya aku telah membenci orang orang yang berhati mulia itu.Terlebih lebih saat aku teringat akan 1001 sumpah serapah yang telah aku ucapkan kepada mereka.
Dan kini hanya satu keinginanku,aku ingin bertemu dengan guru guruku dan mengucap maaf kepadanya,walau aku tahu itu tidaklah sebanding dengan pengorbanan yang telah mereka lakukan,pengorbanan yang dibawa sampai hari tuanya tanpa mengharapkan pamrih dari orang orang yang telah dibesarkannya.Tapi paling tidak dengan mengucap maaf kepada mereka dan bertemu dengan mereka, aku berharap dapat mengurangi sedikit rasa bersalahku yang sudah begitu banyak kuperbuat, sebanyak kerutan kerutan keriput diwajah tua mereka.
Duh…guru guruku dimana kini kalian berada,semoga dengan reuni Emas nanti,aku masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan mereka walaupun hanya sebagian dari mereka yang masih tersisa aku tetap merasa bersyukur bila kesempatan itu ada.Guruku meskipun dulu aku sempat membenci kalian,tapi percayalah kini aku telah sadar dari kesalahanku membenci kalian dan kini yang tersisa dari lubuk hatiku hanyalah rasa cintaku kepada kalian.
Akhir kata aku ingin meralat perkataanku dulu bahwa ternyata….aku sangat mencintai kalian …"I Realy Realy Love You…My Teachers".





